Bercinta dengan Polwan Rennee Raddick part-2
Tidak ketinggalan lehernya yang jenjang tidak luput dari sasaran seranganku. Aku cupang leher jenjangnya di beberapa titik, sambil sesekali meremas-remas toketnya yang padat dan kenyal. Terdengar rintihan dan desahan Miss Rennee pada saat aku mencupangnya, menandakan dirinya sudah sangat bergairah walaupun diperlakukan secara kurang ajar oleh seorang anak muda. Kuyakin lobang memeknya sudah cukup basah.
Setelah puas, Miss Rennee kemudian berdiri di depanku yang dari tadi masih melongo, karena tidak percaya pada apa yang sedang terjadi. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun seakan akan menantang untuk diberi kehangatan olehku. “Lepaskan pakaianmu Sonnn..!” Miss Rennee berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut lurusnya yang panjang sebahu tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya. “Ayooo.. cepat dong..! Aku udah gatel nich.. ohhh..” Miss Rennee mendesah tidak sabar. Aku kemudian berlutut di sampingnya. Aku bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena malu. “Sonnn.. letakkan tanganmu di dadaku, ayo ohhh..!” pintanya lagi. Dengan gemetar aku meletakkan tanganku di dada Miss Rennee yang turun naik. Tanganku kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Miss Rennee yang super montok itu. “Oohhh… enakk.., ohhh… remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” desahnya. Dengan semangat aku melakukan apa yang dia katakan.
Lama-lama aku jadi tidak tahan, lalu, “Miss.. boleh Saya hisap susunya..?” Miss Rennee tersenyum mendengar pertanyaanku, dia berkata sambil menengadah, membuat lehernya yg jenjang semakin terlihat jelas, “Boleh Sayang… lakukan apa yang Kamu suka..” Tubuh Rennee menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulutku yang sekarang mulai garang itu di susunya. “Oohhh… jilat terus Sonnn..! Ohhh…” desah Miss Rennee sambil tangannya mendekap erat kepalaku ke payudaranya. Aku lama-lama semakin buas menjilati puting susunya, mulutku tanpa kusadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapanku semakin keras, bahkan tanpa kusadari, aku menggigit-gigit ringan putingnya yang berwarna cokelat. “Mmm… nakal Kamu…” Miss Rennee tersenyum merasakan tingkahku yang semakin “Jozzz” itu.
Lalu aku duduk di antara kedua kaki Miss Rennee yang telah terbuka lebar, sepertinya sudah siap tempur. Miss Rennee kemudian menyandarkan punggungnya pada dinding di belakangya. “Ayo, sekarang Kamu rasakan memekku..!” ia membimbing telunjukku memasuki liang senggamanya. “Hangat, lembab, sempit sekali Miss…” kataku sambil mengucek kedalaman liang kenikmatannya. “Sekarang jilat klitorisku..!” katanya. Pelan-pelan lidahku mulai menjilat klitoris yang mulai menyembul tinggi sekali itu. “Terus.. ooohhh.. ya.. jilat.. jilat. Terus.. ohhh…” Miss Rennee menggerinjal-gerinjal keenakan ketika klitorisnya dijilat oleh mulutku yang mulai asyik dengan tugasnya.
enjoyyyyyy....!!! pic.twitter.com/oEFWQJgYcl
— Joyo Hartono (@JoyoHartono)June 5, 2017
“Eat my pussy Son, ooouch….,” Miss Rennee memohon dengan sangat bergairah. Aku mengerti apa yg dia maksud. Perlahan aku memainkan lidahku di area klitorisnya, sembari jemari tanganku mengocok lembut lobang memeknya. Terasa lobang goa didalamnya sudah sangat becek.
“Gimana.., enak ya Miss..?” aku tersenyum sambil terus menjilat. “Oohh.. Soonnn…” tubuh Miss Rennee telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan. Lidahku semakin berani mempermainkan klitoris Miss Rennee yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanannya akan segera jebol. Dan aku akan unggul 1-0, ee… emangnya main bola. Lalu, “Oooaaahhh… Sooonnn..!”
Tangan Miss Rennee mencengkeram pundakku yang kokoh bagaikan tembok raksasa di China, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya mulai menegang, dan muncratlah ‘lahar’ Miss Rennee di mulutku. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah kuberikan. Hmmm… Kamu sungguh lihai Soonnn… Sekarang coba gantian Kamu yang berbaring…“ katanya.
Aku menurut saja. Batang kejantananku segera menegang ketika merasakan tangan ramping Miss Rennee yang mulai mempermainkan senjata keperkasaanku. "Wah.. wahh… besar sekali. Oh my god… Ohhh…” tangan Miss Rennee segera mengusap-usap batang keperkasaanku yang telah mengeras tersebut. Segera saja benda besar dan panjang itu mulai berdenyut-denyut dan dimasukkan ke mulut Miss Rennee. Dia segera menjilati batang kemaluanku itu dengan penuh semangat. Kepala kejantananku itu dihisapnya keras-keras hingga aku jadi merintih keenakan. “Ahhh… enakkeee.. rekkk..!” aku tanpa sadar menyodokkan pinggulku untuk semakin menekan senjata keperkasaanku agar makin melesak ke dalam mulut Miss Rennee yang sebesar negara bagian Texas.
Akupun mencoba melakukan sedikit eksperimen. Kuminta Miss Rennee kembali rebahan di karpet. Kemudian kucoba masukkan batang kontolku kedalam mulut lebarnya, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan. Seluruh batang kontolku akhirnya amblas seluruhnya. Tetapi kurasakan adanya sedikit ruang didalam rongga mulut Miss Rennee, dan akupun coba menaikkan eksperimen to the next level. Kucoba memasukkan juga scrotum biji pelerku, dan ternyata masih bisa masuk!!! Ooooh, sungguh kenikmatan yang luar biasa. Kepalaku sampai menengadah, mata merem-melek, sangking nikmatnya! Uh, uuh, uuuuh…airmataku sampai berlinang merasakan nikmat yg terasa sampai ke ubun-ubun. Serasa ada burung yg berkicau didalam otakku.
Akupun kemudian menggerakan kontolku maju mundur didalam mulutnya yang lebar itu. Sengaja aku mengambil posisi menghunjamkan kontol dari samping wajahnya, agar effeknya lebih terasa. Mulut lebarnya jadi terkuak secara maksimal, menambah kenikmatan bagi kontolku yang terkurung didalamnya. Kurang lebih gambarannya seperti illustrasi berikut ini:
kemudian kugerakkan kontolku yg sudah terbenam sepenuhnya di dalam mulut Texasnya itu, maju mundur. Terdengar gumaman seperti orang sedang berkumur “oum, uuumh….glek glek glk, chukuchukkucukkkk…uuupfh” dari dalam mulutnya. Mulanya pola gerakan kontolku kedepan ke belakang, lama-lama setelah scrotum pelerku sampai amblas seluruhnya kedalam rongga mulut, gerakannya menjadi naik-turun. Ooooooh, sungguh suatu kenikmatan yg luar biasa!!! Kusarankan pembaca perlu mencobanya. Dijamin nikmat!!!
Aku merasakan kadar ereksiku semakin mencapai maksimal selama melakukan pemerkosaan mulut itu. Kepalaku semakin tertengadah, mataku merem-melek tidak karuan, nafsu birahiku sudah sedemikian memuncak sampai ke ubun-ubun.


Comments
Post a Comment