Bercinta dengan Polwan Rennee Raddick part-1
Pada saat itu, aku sedang mengendarai motor di George Washington Avenue, sebuah jalanan utama di kota Washington DC . Aku tidak memakai helm karena aku terburu-buru pergi ke tempat pacarku. Apesnya, aku dicegat sama polisi. Sebuah mobil Crown Victoria warna putih dengan logo MPD (Metropolitan Police Department) disampingnya, tiba-tiba memotong jalanku, aku kaget hampir saja kutabrak mobil polisi itu. Aku rem motorku, karena terjadi hentakkan, jadi tubuhku hilang keseimbangan lalu aku jatuh dari motorku. Aku terguling-guling di jalan. Tapi syukurlah hanya lecet biasa. Pada saat aku masih dalam keadaan telungkup, aku lihat pintu mobil polisi itu terbuka. Tapi anehnya, aku sepertinya kok melihat kaki seorang wanita.
Kakinya yang cokelat mulus dan indah itu kini berada tepat di wajahku, kutegakkan kepalaku. Betapa kagetnya aku, mataku seperti melihat “hutan belantara” di antara kedua betis yang jenjang itu.
Kakinya yang cokelat mulus dan indah itu kini berada tepat di wajahku, kutegakkan kepalaku. Betapa kagetnya aku, mataku seperti melihat “hutan belantara” di antara kedua betis yang jenjang itu.
Setelah kuperhatikan baik-baik, ternyata dia seorang polisi wanita berkulit hitam, pangkatnya Letnan Dua dan di dada kirinya tertulis namanya, Rennee Raddick. Wajahnya cukup sensual, dengan leher jenjang dan bahu lebar, dan ohh.., bodynya yang bohay mirip gitar Spanyol. Aku jadi bengong, dan, “Plaaakkk..!” sebuah tamparan mendarat di pipiku. “Hei, apa yang Kamu lihat..? Ayo sekarang serahkan SIM dan Passport kamu, hurry up! Kamu sepertinya bukan orang Amerika ya?!” bentaknya. Aku jadi kaget dan segera kuambil dompetku, lalu kuambil SIM dan Passport, lalu kuserahkan padanya. Sementara dia melihat suratku, aku pandangi lagi dia ohh.., betapa sensualnya wajah polisi cewek ini. Aku duga umurnya sekitar 30 tahun. Samar-samar di dalam mobil ada cewek satu lagi, dia seumur dengannya tetapi pangkatnya lebih rendah, kalau tidak salah sersan dua. Wanita kulit cokelat tetapi bodynya tidak sebahenol polwan yang satu ini. Lalu tanpa kusadari, Letnan Rennee mengambil sesuatu dari dalam mobil, dia berjalan menuju hidung mobil, lalu dia membungkukkan badannya untuk menulis sesuatu.
Pada posisi nungging, aku lihat lagi body-nya yang wuih selangit deh… Tanpa kusadari, kontolku membengkak perlahan. Setelah itu dia tegakkan badannya, terus berkata, “Eee.. saudara Sony, Anda Kami tilang karena Anda tidak memakai helm dan ngebut. Sidang akan dilaksanakan besok lusa. Jangan lupa Anda harus hadir di persidangan besok. Oke..?” “Tapi Miss, besok lusa Saya tidak bisa hadir, soalnya pada hari itu Saya harus mengantar pacar yang akan diwisuda. Jadi Saya minta tolong sama Miss, bagaimana dech baiknya agar persoalan ini selesai..?” Lalu dia bilang, “Do you have some money..?” “Aduh, maaf sekali Miss, Saya sama sekali tidak membawa uang sepeser pun.” jawabku. “Baiklah, kalau gitu SIM-mu Aku tahan untuk sementara, tapi nanti malam Kamu harus pergi ke apartment Saya. Dan ingat..! Kamu harus datang sendiri. Oke..? Ini alamatku. Jangan lupa lho, Aku tunggu jam 19:00.” Dia pergi sambil mengerdipkan matanya kepadaku. Aku kaget, tetapi happy banget, pokoknya senang dech.
*****
Singkat cerita, akupun sampai di apartmentnya sekitar jam 19:00 dan langsung mengetuk pintu pagarnya yang sudah terkunci. Tidak lama kemudian, Miss Rennee muncul dari dalam dan sudah tahu aku akan datang malam itu. “Ayo Son.., masuk. Aku sudah lama nunggu lho, sampai basah dan bau keringat pantatku duduk terus dari tadi..” sapanya. “Akkhh.. Miss bisa saja…” jawabku. “Sorry.., pintunya sudah digembok, soalnya Aku tinggal sendiri, jadi harus hati-hati.” sambutnya. “Oh.., jadi Miss belum menikah too..? Sayang lho..! Wanita secantik Miss ini belum menikah..” kataku merayu. “Aaaa.. Kamu merayu ya..?” tanyanya. “Enggak kok Miss, Saya berkata begitu karena memang kenyataannya begitu. Coba Miss pikir, Miss sudah mapan hidupnya, cantik luar-dalam, dan sebagainya dech…” jelasku. “Ehhkk.. Aku cantik luar-dalam, apa maksud Kamu, Aku cantik luar-dalam..?” tanyanya lagi. “Waduh.., gimana ya, malu Aku jadinya..?” jawabku. “Kamu nggak perlu malu-malu mengatakannya, Kamu ingin SIM Kamu kembali nggak..?” ancamnya.“Eee.. sekarang gini aja, Kamu udah punya pacar khan..? Sekarang Saya tanya, kenapa Kamu memilih dia jadi pacar Kamu..?” tanyanya lagi. “Eee.. jujur aja Miss, dia itu orangnya cantik, baik, setia dan cinta sama Saya, that’s all..” “Kalau seumpama Kamu disuruh milih antara Saya dan pacar Kamu di Malaysia, Kamu pilih Saya atau pacar Kamu sekarang..? Bandingkan aja dari segi fisik, Oke.. Saya atau Dia..?” tanyanya memojokkanku. “Eeee… Anu.. anu… eee..,” aku dibuat bingung tidak karuan. “Ayo.. jawab aja..! Kalau Kamu tidak jawab, SIM dan Passport Kamu tidak kukembalikan lho..!” ancamnya lagi. “Waduhhh.., gimana ya..? Ehmmm.., baiklah, Saya akan jawab sejujurnya. Saya tetap akan memilih pacar Saya sekarang.” jawabku. “Wow.., kalau begitu dia lebih cantik dan semok dong dari Saya..?” jawabnya lirih. “Eeee.. bukan begitu Miss, Saya memilih pacar Saya walaupun Dia sebetulnya kalah cantik dari Miss, dan segalanya dech..!” jawabku. “Akhh… yang benar, jadi Aku lebih cantik dan semok dari Dia..?” tanyanya lagi. “Jujur saja.., ya.. ya.. ya..” jawabku mantap. “Ohhh.., Aku jadi tersanjung dan terpikat dengan jawabanmu tadi..,” katanya girang, “Wah.. AKu jadi lupa, Kamu nonton TV aja dulu di ruang tengah, Aku mau ambil SIM Kamu di kamar.., Oke..?” pintanya.
Lalu aku menuju ke ruang tengah, kuputar TV. Secara tidak sengaja, aku melihat tumpukan DVD. Aku tertarik, lalu kulihat tumpukan DVD itu, lalu, ohhh astaga, ternyata tumpukan DVD itu semuanya film “XXX”, aku terkejut sekali melihat tumpukan film “XXX” itu. Sebelum aku melihat satu-persatu, terdengar bunyi pintu dibuka. Lalu, ohhh, aku terkejut lagi, Miss Rennee keluar dari kamarnya hanya menggenakan kemeja cokelat lengan pendek seragam polwan, dengan kancingnya yang dibuka semua. Lebih parah lagi, dia hanya mengenakan CD saja. Dari balik belahan kemejanya yang sama sekali tidak terkancing itu, terlihat sebagian payudaranya yang sangat menonjol dengan ukuran 38DD. Di Malaysia sering aku melihat wanita yang toketnya gede, tetapi belum pernah melihat yang ukurannya sampai 38DD dan sangat menonjol seperti punya Miss Rennee. Karuan saja kontolku semakin menegang yang membuat celanaku bertambah sempit. Rupanya celanaku yang menggembung tidak luput dari perhatian Miss Rennee. Dia tersenyum simpul melihatnya.
Mataku tetap melotot melihat kemontokan tubuh Miss Rennee dan dadanya yang mancung menonjol, ada mungkin sekitar beberapa menit. Dia membiarkan rambutnya yang lurus sebahu tergerai bebas. “Kenapa kamu menatapku seperti itu…? Ayo duduk di sofa ini..! Ini SIM dan Passport kamu.. Aku kembalikan..” katanya. Wajahku merah karena malu, karena Miss Rennee tersenyum saat pandanganku terarah ke buah dadanya. “SIM Kamu, Aku kembalikan, tapi Kamu harus menolong Saya..!” Miss Rennee merapatkan duduknya di sofa kearah tubuhku, aku jadi panas dingin dibuatnya. “Sooon..?” tegurnya ditengah-tengah keheninganku. “Ada apa Miss..?” tubuhku bergetar ketika tangan Miss Rennee merangkulku, sementara tangannya yang lain mengusap-usap bagian celanaku yang menggembung. “Tolong Miss Rennee ya..? Dan janji, Kamu harus janji untuk merahasiakan hal ini, kalau tidak aku DOR Kamu..!” pintanya manja. “Tapi… Saya.., anu.., eee..” “Kenapa..? Ooooo.. Kamu takut sama pacar Kamu yang di Malaysia ya..?” katanya manja. Wajahku langsung saja merah mendengar perkataan Miss Rennee, “Iya Miss…” kataku lagi. “Sekarang Kamu pilih disidang atau pacar Kamu..?” ancamnya. Dia kemudian duduk di pangkuanku. Bibir kami berdua kemudian saling berpagutan. Miss Rennee yang agresif karena haus akan kehangatan dan aku yang menurut saja, langsung bereaksi ketika tubuh hangat Miss Rennee menekan ke dadaku. Aku bisa merasakan puting susu Miss Rennee yang mengeras. Lidah Miss Rennee menjelajahi mulutku, mencari lidahku untuk kemudian saling berpagutan bagai ular.


Comments
Post a Comment