Bercinta dengan Polwan Rennee Raddick part-3

Puas melakukan eksperimen mulut-negara-bagian-Texas, akupun mengeluarkan batang kontolku. Tak dinyana bentuknya sudah sangat berubah. Batangannya jadi sangat membengkak, sementara scrotum pelerku jadi seperti 2 biji kelereng kecil, menciut tetapi kalau dipegang terasa sangat keras. Banyak temanku bilang hal itu menandakan ereksi yang sudah sangat maksimal.
Kali ini gantian aku yg posisi rebahan. Miss Rennee yg sudah tdk sabaran, gantian sekarang dia yg mengurut-urut batang kontolku. “Waduuh, bazooka-nya jadi bengkak banget nih, anget-anget lagi,” dia menggodaku dengan genitnya, sambil tangannya mengurut-urut batangan kontolku secara ahli. Sungguh pemandangan yang bikin horny, melihat jari-jemari tangannya yang ramping mengurut bazooka bengkakku.
“Sebentar, aku minum dulu ya?! Mulutku kering nih abis jadi bahan percobaan, hehehe….”
Setelah Miss Rennee minum dan puas membasahi kerongkongannya yg kering, iapun kembali melanjutkan hisapan batang kontolku. Teknik sepongannya dilakukan secara ahli. Banyak orang bilang wanita bermulut lebar lihai dalam oral seks. Hal itu terbukti pada Miss Rennee. Tangan rampingnya mengurut batangan sambil mulutnya mencumbu kepala kontol sampai ke bagian pangkal bawah.  Tak ketinggalan daerah scrotum tak luput dari serangannya, bibirnya yang sensual itu menggigit-gigit kecil  2 biji pelerku. Kadang berganti gerakan seperti orang makan sate, mulutnya menggigit-gigit kecil urat-urat batang kontol dari bagian samping, sehingga aku merasa kegelian. Sesekali ia meludahkan liurnya ketika hisapannya terasa seret, fungsinya seperti lubricant/pelumas. Alhasil bazooka bengkakku dibuat mengkilap oleh ludahan-ludahan liurnya.
Gerakan pinggulku makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Miss Rennee. Akhirnya akupun sudah tidak tahan lagi. “Ooohhh Miss.. oohhh.. mulut Miss memang sakti.. ohhh.. I’m cumming… ohhh…” Muncratlah laharku di dalam mulut Miss Rennee yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.. croot…croot…crooots! “Hmmmm… agak asin rasanya Son punyamu.., tapi enak kok…” Miss Rennee masih tetap menjilati kemaluanku yang masih tegak bagaikan pohon kelapa.

“Waduh, jadi haus lagi  nih. Sebentar ya.., Aku minum dulu..” katanya setelah selesai menjilati batang kejantananku.
Ketika Miss Rennee sedang membelakangiku sambil menenggak air dingin dari kulkas. Aku melihat bodynya yang wuih dan itu ohhh, pantat cokelatnya yang bulat yg sdg dalam posisi menungging karena sedang membuka pintu kulkas. Aku memang suka pantat yang bulat dan menantang. Aku tidak tahan cuma melihat dari jauh, lalu aku berdiri dan berjalan menghampirinya, lalu mendekapnya dari belakang. “Sonnn.. jangan nakal dong, biar Miss minum dulu..!” katanya manja. “Aku tidak tahan melihat pantat Miss yang bulat dan menantang itu.” kataku tak sabaran. “Kamu suka pantatku, kalau gitu Kamu tentu mau kalau nanti pantatku mendapat giliran untuk Kamu obok-obok, bagaimana Son..? Mau ngobok-ngobok pantat Miss..?” tanyanya. Aku terima tantangannya. “Ohhh.., memang benar-benar wuihhh…” aku berkata sambil mengelus-elus pantat Miss Rennee. Lalu aku jongkok agar dapat jelas melihat, kusentuh lembut pantat itu dengan tanganku. Terus kucium, kuelus lagi, kucium lagi terus kujilat, lalu kubuka belahan pantat itu. Ohhh.., terhampar pemandangan indah dengan bau yang khas, lubang yang sempit, lebih sempit dari yang di depan dan sekitarnya ditumbuhi bulu-bulu yang lumayan lebat. Lalu kujulurkan jari telunjukku ke lubang yang sempit itu. Waktu aku coba memasukkan jariku ke lubang itu, terdengar jeritan kecil Miss Rennee.

“Son.., jangan keras-keras ya, nanti sakit.. lho…” Lalu aku mulai memasukkan step by step. Waktu jariku menembus lubang itu sepertinya tanganku mau disedot masuk ke dalam. “Lubang Miss nakal juga ya, masa jariku mau dimakan juga..?” “Akhhh… Kamu nakal dech.., ohhh Son.. coba sekarang Kamu jilat ya..?” pintanya. Lalu kutarik jariku dari dalam lubang itu, lalu aku mulai menjilati lubang itu ehhmm.., lumayan juga rasanya, asin-asin gurih. Sementara itu, Miss Rennee terdengar merintih keenakan. Lama-lama aku tidak sabar, dan terus kuberdiri dan tanpa basa-basi, aku langsung membalikkan badannya. Terus kulahap gundukan-gundukan daging di dada Miss Rennee dengan nikmat.

Comments

Popular Posts