Aunty Rennee Gangbanged by Malaysian Students

Aunty Rennee, wanita Afro-American 30 tahun yang bertubuh bohay. Sudah dari waktu yang lama ia menjadi sasaran untuk “digoyang” oleh seorang mahasiswa Malaysia yg kost di tempatnya, Freddy. Freddy yang berasal dari KL, sudah hampir setahun tinggal dirumah Aunty Rennee, karena ia kuliah di Washington DC.
Dan sudah hampir setahun itu juga Aunty Rennee menjadi banchol atau fantasi seks-nya dikala ia bermasturbasi. Seringkali ia mengambil pakaian dalam Aunty Rennee dari bak pakaian kotor yang terletak di dalam kamar mandi. Bh dan korset Aunty Rennee merupakan primadona Freddy dalam bermasturbasi.
Setiap kali bermasturbasi ia selalu menumpahkan airmaninya dicelana dalam maupun bh Aunty Rennee. Bahkan tidak jarang ia mengambil celana korset Aunty Rennee yang sudah dicuci bersih, dan dengan sengaja memuntahkan spermanya di bagian selangkangan celana dalam tersebut, ataupun berkali-kali berejakulasi di cup bh Aunty Rennee hingga berhari-hari, kemudian ‘benda-benda tersebut’ dikembalikannya ketempat semula. Dan berharap Aunty Rennee segera memakai ‘perabotannya’ tersebut.
Tidak jarang juga Freddy mencoba mengintip Aunty Rennee pada waktu tidak ada orang dirumah tersebut. Melalui lubang kunci pintu kamar Aunty Rennee, Freddy sering kali melihat tubuh montok Aunty Rennee tanpa busana, ataupun hanya dibalut pakaian dalamnya saja.
Dan biasanya aksi pengintipan tersebut diakhiri dengan beronani memakai pakaian dalam Aunty Rennee dikamarnya.
Freddy sering kali mengumpulkan airmaninya ketika selesai beronani didalam cangkir kecil, dan disimpannya didalam kulkas kecil yang ada dikamarnya. Ketika cangkir tersebut sudah hampir penuh, ketika tidak ada orang yang melihat, ia mencampurkan ‘airmani basi’ tersebut kedalam soup atau pun minuman yang biasa disediakan untuk Aunty Rennee. Bahkan pernah juga ia mencampurkan spermanya sebanyak dua sendok makan kedalam hamburger yang disediakan untuk Aunty Rennee. Dan secara diam-diam Freddy menyaksikan Aunty Rennee menikmati santapannya plus airmani miliknya didalam makanan tersebut. Dan biasanya libido Freddy langsung tinggi, dan cepat-cepat ia beronani dikamarnya.
Makin lama Freddy makin tidak tahan setiap kali melihat tubuh Aunty Rennee yang makin sintal itu, maka timbullah niat jahatnya untuk memperkosa Aunty Rennee. Berhari-hari ia merencanakan hal tersebut, dan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkannya.
Obat bius pun sudah dipesannya dari seorang teman yang entah dapat dari mana. Maka pada malam hari itu ia mengajak teman-temannya untuk mengerjai Aunty Rennee disalah satu rumah temannya yang sedang kosong di daerah pinggiran Washington DC.
Teman-teman Freddy sesama mahasiswa Malaysia, yang memang rata-rata maniac seks, pun ikut bergairah mendengar rencana tersebut. Maka terkumpullah teman-teman Freddy sebanyak dua puluh lima orang. Dua puluh orang menunggu dirumah kosong, lima orang lagi bertugas menculik Aunty Rennee, termasuk Freddy. Maka pada hari itu mereka seharian mengikuti kemanapun Aunty Rennee pergi, hingga pada malam hari kesempatan itu datang juga.
Ketika Aunty Rennee sedang menunggu lift diparkiran basement salah satu restaurant dekat kampus George Washington University, empat orang mahasiswa Malaysia teman Freddy pun ikut mengantri lift dengan Aunty Rennee. Ketika Aunty Rennee lengah, salah seorang langsung mengeluarkan saputangan yang sudah ditetesi kloroform cukup banyak, dan dengan cepat dibekapkan kehidung dan mulut Aunty Rennee, yang seketika itu juga langsung pingsan, dan keempat teman Freddy langsung membopong Aunty Rennee masuk kedalam minibus yang sudah menunggu didepan lift tersebut. Hampir satu jam mereka baru sampai kerumah kosong tersebut, dan langsung memasukkan mobil kedalam garasi. Aunty Rennee pun langsung digotong-gotong beramai-ramai kedalam ruang tamu. Dalam keadaan masih tidak sadar, Aunty Rennee didudukkan dikursi sofa. Dan tanpa komando lagi mereka bergantian meraba-raba serta meremas-remas tubuh Aunty Rennee. Pakaian Aunty Rennee yang berupa baju terusan hingga sebatas mata kaki pun dilucuti dengan tidak sabar, hingga akhirnya tinggal bra dan celana dalam saja yang menempel ditubuhnya.

Gunung kembar Aunty Rennee merupakan menu utama untuk ‘diobok-obok’ oleh Freddy dan teman-temannya. Beberapa tangan dengan brutalnya bergantian berada dibalik bh Aunty Rennee yang berupa long torso tersebut. Cup bh yang berukuran 38DD itu pun akhirnya dibetot kebawah hingga gunung kembar yang masih sintal itu tersembul keluar. Beberapa orang langsung bergantian mengisap-isap kedua putting susu Aunty Rennee, sambil sesekali meremas-remas ‘kontainer susu cokelat’ Aunty Rennee tersebut. Salah seorang teman Freddy menggunting bagian selangkangan celana dalam Aunty Rennee, dan dengan sangat bernapsu Aunty Rennee dipindahkan ke matras dan langsung saja diantri beramai-ramai.

Tidak ketinggalan leher Aunty Rennee yang jenjang pun mendapat giliran dicupang oleh temannya Freddy satu persatu. Berkas-berkas kemerahan pun bermunculan di sekeliling leher Rennee yang jenjang itu. Beberapa teman Freddy bahkan berimprovisasi, mencupang leher jenjang Rennee sambil sesekali memasuk-masukkan jari tengah mereka ke dalam memek Aunty Rennee, memainkan daerah klitoris. Karuan saja liang memek sang Aunty menjadi semakin basah dibuatnya.

Freddy mendapat giliran pertama menyetubuhi Aunty Rennee, sedangkan yang lain sambil menunggu giliran memain-mainkan batang kontolnya diwajah Aunty Rennee yang masih terlihat sensual itu. Mulut Aunty Rennee yang selebar negara bagian Texas itupun dibuka paksa dan dua batang kontol sekaligus masuk dan berusaha bergerak keluar masuk sebisa-bisanya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasanya bagi pelakunya. Satu batang kontol panjang dan besar milik Heri melintang dari atas dahi hingga mencapai dagu Aunty Rennee, dan Heri pun dengan nafsu berahi kuda menggosok-gosokkan batang kontolnya maju mundur dengan cepat.

Memek Aunty Rennee yang masih lumayan ‘kenceng’ itu pun nonstop digunakan untuk memuaskan napsu Freddy dan teman-temannya. Setengah botol Vaseline sudah habis digunakan sebagai pelicin batang kontol Freddy dan teman-temannya. Batang kontol Freddy dengan lancarnya keluar masuk memek Aunty Rennee, membuat teman-teman yang lain menjadi tak sabar menunggu giliran. Aunty Rennee yang tak sadarkan diri itu sudah hampir dua jam dikerjain para sex maniac tersebut dengan berbagai posisi sex yang aneh-aneh. Berbagai pose bugil Aunty Rennee diabadikan oleh Bambang dengan digital camera serta handycam, mulai dari oral sex hingga persetubuhan massal double-penetration.

Hingga akhirnya adegan climax berejakulasi pun siap diabadikan. Freddy mangambil sunglasses dari tas Aunty Rennee, kemudian memakaikan sunglasses tesebut diwajah Aunty Rennee yang sensual itu. Dan keduapuluh enam orang tersebut mulai bergantian berejakulasi diwajah Aunty Rennee. Dimulai dengan giliran pertama oleh Freddy ‘sang pencinta Aunty Rennee’. Freddy dengan cepat mengeluar-masukkan batang kontolnya dimulut Aunty Rennee yang seksi itu hingga akhirnya saat berejakulasi ia mengocokkan kontolnya tesebut tepat diatas wajah Aunty Rennee dan airmanipun muncrat berantakan diseluruh wajah Aunty Rennee berupa garis-garis lurus putih kental hingga mengenai sunglasses Aunty Rennee.

Heri, Hendra, Feri dan Faisal berlutut diatas wajah Aunty Rennee dari empat penjuru dan tidak sampai semenit airmani mulai bermuncratan secara bergantian membasahi wajah dan leher Aunty Rennee dengan begitu derasnya. Lima orang teman Freddy yaitu Tumpal, Ade, Erik, Udin dan Ucok memilih berejakulasi dimulut Aunty Rennee, dan merekapun tidak sampai lima menit kemudian sudah memindahkan isi kantong buah zakar mereka kemulut Aunty Rennee, hingga luber hampir keluar dari mulut yang selebar negara bagian Texas tersebut.

Udin pun menggerak-gerakkan mulut dan wajah Aunty Rennee hingga sedikit demi sedikit ‘air peju’ tersebut tertelan oleh Aunty Rennee. Sedangkan yang lainnya melakukan hal yang sama pada Aunty Rennee. Beberapa orang bergantian menjepitkan batang kontolnya diantara kedua gunung kembar Aunty Rennee yang berukuran 38DD itu. Beberapa tetes baby oil diteteskan didada Aunty Rennee sebagai pelicin, yang membuat para lelaki tersebut mundur maju tak karuan, sementara kontol mereka dengan lancarnya ikut bergerak mundur maju pula disela-sela gunung kembar Aunty Rennee yang sedang diremas-remas. Sungguh suatu kenikmatan titfucking yang luar biasa: beberapa remaja pria itu sampai menengadahkan kepala dengan mata yang merem-melek, sangking nikmatnya. Batang kontol mereka menjadi membengkak dan biji pelernya sudah sedemikian mengecil, mirip seperti dua buah kelereng, menandakan ereksi yang sudah sangat maksimal. Akhirnya hanya beberapa menit saja semburan lahar panas muncrat dari batang kejantanan mereka diantara gunung kembar Aunty Rennee. Croot…Crooot…Crooooots!!! Semprotannya deras melumuri wajah sensual Aunty Rennee, sehingga seluruh mukanya becek berlumuran cairan kental berwarna putih.

Sementara itu yang lainnya bergantian berejakulasi diwajah dan mulut Aunty Rennee yang dibuka paksa dengan sebuah alat pengganjal sehingga tidak dapat dikatupkan. Air mani bermuncratan diwajah Aunty Rennee dan sebagian lagi masuk kedalam mulutnya. Bahkan beberapa orang teman Freddy, termasuk Freddy berejakulasi hingga tiga kali diwajah tante yang sensual itu karena saking napsunya.
Selesai pemerkosaan tersebut, Aunty Rennee yang masih belum sadarkan diri itu dibersihkan oleh beberapa orang. Muka Aunty Rennee yang blepotan sperma hanya diseka dengan celana dalam Freddy yang kemudian disumpalkan kedalam mulut Aunty Rennee. Rambut Aunty Rennee yang berantakan disisir rapi kembali, dan sunglassesnya yang sekarang sudah berwarna putih semua karena airmanipun, dibersihkan dan dipakaikan kembali, hingga akhirnya Aunty Rennee bersih seperti sedia kala.
Aunty Renneepun akhirnya siuman sementara jam sudah menunjukkan pukul satu malam, dan betapa kagetnya ia ketika melihat dirinya hanya memakai bra dan celana dalam korsetnya yang sudah putus dibagian selangkangan dan lebih kaget lagi melihat Herman dengan ganasnya menyetubuhi Aunty Rennee sedari tadi. Batang kontolnya keluar masuk dengan lancar sementara yang lainnya dengan wajah ditutup sarung kepala menonton sambil mengocok kontol masing-masing.
Freddy dan teman-temannya terpaksa memakai sarung penutup kepala karena takut dirinya diketahui oleh Aunty Rennee. Sekali lagi mereka mengerjai Aunty Rennee sebelum subuh tiba. Batang kontol satu persatu bergantian mengocok memek Aunty Rennee, sementara itu seperti biasa yang lainnya merem melek memaksa Aunty Rennee mengisap serta mengulum kontol mereka. Bahkan mereka bergantian memaksa Aunty Rennee mengulum-mgulum sepasang buah zakar mereka sambil menekan-nekan wajah Aunty Rennee diselangkangan mereka itu hingga akhirnya keduapuluh enam orang itu kembali berejakulasi bersama-sama.
Satu persatu dari mereka kembali memuncratkan spermanya diwajah dan mulut Aunty Rennee. Salah seorang mengambil segelas airmani dingin dari kulkas dan memaksa siseksi Aunty Rennee untuk menelan air mani tersebut sambil mengunyah-nguyah airmani tersebut terlebih dahulu sampai habis. Airmani yang bertetesan diwajah Aunty Rennee disendoki dan dicekoki kemulut Aunty Rennee hingga bersih.
Selesai ‘mandi peju’ Aunty Rennee kembali dirapihkan dan dipakaikan bajunya kembali, namun celana korset dan bh nya dicopot dari tubuhnya untuk kenang-kenangan buat mereka. Sebagai gantinya mereka memaksa Aunty Rennee memakai celana dalam G-String berwarna merah yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sedangkan gunung kembar Aunty Rennee dibiarkan bergelayutan tanpa bh, hingga putting susu Aunty Rennee mencuat kedepan. Aunty Rennee diturunkan ditengah jalan dekat rumahnya, kemudian mereka pergi begitu saja.

Comments

Popular Posts