Aunty Rennee yang Sexy part-10

Freddy kembali mengayunkan pinggulnya perlahan. kontolnya keluar masuk memek Tante itu perlahan-lahan, dan menyebabkan memek Rennee yang terasa masih seret itu sesekali ikut tersedot keluar, kemudian saat Freddy mendorong kontolnya masuk, memek itu melesak masuk ke dalam. Benar-benar pemandangan yang menggiurkan.
Mereka bermain dalam tempo yang lambat. Rennee pun tak henti-hentinya meracau dan terkadang mulutnya yang seksi itu mengeluarkan sumpah serapah dan kata-kata kotor lainnya.
“Terus Fred! Hamili aku gigoloku! Oohh.. Nnngghh.. Gila kontolmu nikmat banget Sayang!” racau Rennee.
“Yiiaahh Tante! memekmu benar-benar gila! kontolku bisa-bisa nggak mau lepas nih! Ohh.. Ssshhtt” teriak Freddy sambil sesekali menampari bokong Tante itu dengan gemasnya. Plak, plak..
“Puaskan dirimu Fred! Aku pelacurmu! Keluarkan spermamu dalam memekku Sayang! Ooohhff.. Nngghh..” Rennee semakin menggila.
Lama-kelamaan ayunan pinggul mereka semakin cepat, seakan-akan ada sesuatu yang dikejar. Teriakan dan desis keduanya berubah menjadi lenguhan. Keringat mereka bercucuran disana sini. Terkadang Freddy pun menjilati punggung Rennee yang dibanjiri keringat itu. Pegangan Freddy pun berpindah dari pinggul Rennee ke pundak Rennee. Tangan kanannya memegang erat pundak Tante itu, sementara tangan kirinya menjambak rambut ikal Rennee. Ia terlihat memperlakukan Tante itu dengan liarnya. Pinggulnya mengayun dengan cepat. Suara liar mereka berpadu dengan decak becek yang timbul dari kocokan kontol Freddy pada memek Rennee. Bola mata Rennee nyaris berputar kebelakang saking nikmatnya. Rasanya belum pernah ia diperlakukan sebegini liarnya oleh siapapun. Ia pun benar-benar dilupakan akan statusnya sebagai ibu dari anak-anaknya dan istri dari suaminya. Ia bahkan mempersetankan suaminya. Ia ingin terus diperlakukan seperti ini oleh pemuda yang baru saja dikenalnya ini. Ia tak ingin kembali ke pelukan suaminya yang lebih sering membuat memeknya terasa geli daripada nikmat. Rennee benar-benar semakin mempersetankan segalanya.
Tiba-tiba ia merasakan memeknya berdenyut tak karuan, selangkangannya pun bergetar gila-gilaan. Ia sadar bahwa dirinya akan merasakan orgasme atau bahkan multi orgasme. Sesuatu yang teramat jarang dirasakannya bila sedang bersama suaminya. Sebenarnya ia tak ingin mendapatkan orgasmenya cepat-cepat, tetapi hati kecilnya menginginkan sesuatu yang teramat jarang didapatkannya itu. Teriakannya pun semakin liar. Goyangan pinggulnya semakin tak karuan. Dan ia pun menyadari bahwa ayunan pinggul Freddy semakin menggila dan lebih cepat dari sebelumnya. Membuatnya tak sempat untuk meminta pemuda itu agar memperlambat ayunannya, bahkan untuk menarik nafas pun terasa sulit.
“Tan.. Tee aku mau keluar nih!” teriak Freddy.
“Oh, yah.. Terus Sayang! Keluarkan didalam saja! Hamili aku! Beri aku anakmu Sayang! Teruusshh..!”
Rennee pun semakin tak dapat menahan orgasmenya sampai tiba-tiba.. memeknya berdenyut hebat dan selangkangannya terasa bergetar gila-gilaan lagi, ia pun sadar bahwa ia tak akan mampu menahannya. Rennee pun pasrah menerima kocokan demi kocokan kontol pemuda itu dalam memeknya. Begitupun halnya dengan Freddy yang juga sudah mendekati puncaknya, ia mempercepat ayunan pinggulnya mendorong keluar masuk kontolnya dalam memek Rennee, sampai tiba-tiba.. Pinggulnya menegang, seakan-akan memompa sesuatu yang akan meledak dari dalam selangkangannya. Ia bahkan sempat melihat Rennee menghempaskan rambutnya kesamping. Pemandangan itu benar-benar seksi. Dan..
Croott..
Meledaklah larva panas dari dalam saluran sperma Freddy. Memuntahkan bermili-mili liter air mani yang panas ke dalam memek Rennee.
“Nnngghh.. Oohhff.. Tann.. Tee.. Hhh..” lenguh Freddy sambil menghujamkan kontolnya dalam-dalam ke dalam memek Rennee.
Rennee yang merasakan semburan lahar panas dalam memeknya semakin tak dapat menahan orgasmenya. Selangkangannya yang sejak tadi bergetar hebat dan memeknya yang berdenyut gila-gilaan mencapai suatu titik yang membuatnya tak dapat menahan suaranya sendiri.
“Aaahh.. Ggghhaahh..” teriak Tante itu sambil menekankan dalam-dalam memeknya dengan kontol Freddy. Ia pun mungkin tak sadar bahwa teriakannya memenuhi ruangan gudang itu.
“Ohh terus Tante! Terus Sayang!” teriak Freddy yang menyadari Rennee baru saja mencapai orgasmenya. Ia terus menekan dan menempelkan erat-erat kontolnya agar semakin melesak masuk ke dalam memek Rennee.

Comments

Popular Posts