Aunty Rennee yang Sexy part-11

Keduanya merasakan denyut yang gila-gilaan pada raga bagian bawah mereka. Mereka benar-benar menikmati sensasi yang baru saja mereka rasakan. kontol Freddy terus berdenyut-denyut memompa sisa-sisa air maninya ke dalam memek Rennee. Begitu pun memek Rennee, terus bergetar dan berdenyut tak karuan. Mereka bertahan dalam posisi doggie style seperti itu sambil terus menikmati sisa-sisa orgasme yang seakan-akan tak akan hilang dari raga bagian bawah mereka.
Rennee merasa lemas pada bagian lututnya. Ia tak sadar bahwa ia telah bertumpu pada posisi seperti ini dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, ia baru saja mendapat orgasme yang sanggup melemaskan seluruh persendiannya.
“Lepas dulu Sayang! Lututku pegel nih! Pelan-pelan tapi ya! Aku sebenernya nggak ingin lepas,” pinta Rennee pada Freddy yang masih menancapkan kejantanannya pada lubang memek Rennee.

“OK Tante!” bisik Freddy sambil mencabut kontolnya yang sudah mulai melemas tetapi tetap terlihat besar itu.
“Ssshhtt.. Ooohh..” desis Rennee saat Freddy mencabut kontol yang menancap dalam memeknya.
Ada perasaan geli yang bercampur nikmat saat perlahan-lahan kontol pemuda itu tercabut dari memeknya.
Rennee berguling ke lantai, bersandar pada tumpukan kardus, dengan posisi mengangkang sambil tangan kanannya mengelus-elus memeknya yang masih berdenyut-denyut dan tangan kirinya meremasi buah dadanya. Tangan kanannya merasa ada sesuatu yang keluar dari dalam memeknya. Diraupnya lendir kenikmatannya sendiri yang bercampur dengan air mani Freddy, kemudian dijilatinya dengan penuh nafsu. Matanya terbuka sayu dan rambutnya terurai acak-acakan. Pemandangan yang benar-benar membuat jantung Freddy berdegub tak karuan.

Freddy pun tak ingin ketinggalan bagian nikmat ini. Didekatinya memek Rennee. Dijilatinya memek yang masih basah itu dengan penuh nafsu. Dikulum dan disedotnya berkali-kali gundukan daging yang membengkak merah dan mengeluarkan lendir coklat dihadapannya itu. Diperlakukan seperti ini Rennee pun menggelinjang tak karuan. Dijambakinya rambut pemuda itu. Ditekannya wajah Freddy pada memeknya. Perasaan campuran antara geli dan nikmat itu semakin menggila. Merasa perlakuannya mendapat sambutan, Freddy pun semakin mempergencar lumatan demi lumatannya pada memek Rennee..
“Gila kau Sayang! Masa masih kurang? Ooohh.. Terusshh! Mmmhh..” desah Rennee sambil menggelinjang tak karuan.
“Nggak mau nih Tante? Beneran?” Goda Freddy disela-sela jilatannya pada memek Rennee.
“Ooohhff.. Terush Sayang! Jangan berhenti! Nnngghh.. Nikk.. Mmaatthh..” desah Rennee.
Freddy terus menjilati memek Tante itu. Lidahnya yang kasar dikeluar masukkannya dalam memek Rennee membuat Tante itu semakin diperbudak oleh rasa nikmat. Tempo permainan lidah Freddy dalam relung kewanitaan Rennee berubah-ubah. Sesekali lidah kasar itu menyapu lembut memek Rennee hanya pada bagian luarnya saja, dengan jemari Freddy menguakkan labium mayora Rennee. Terkadang lidah itu menegang dan menyeruak masuk ke dalam memek Rennee, membuat Tante itu melonjak kenikmatan.
Rennee merasa beruntung, belum pernah ia merasakan kenikmatan seperti ini. Terlebih berbuat liar seperti yang tengah ia lakukan dengan pemuda yang baru dikenalnya dan semula hendak memperkosa dirinya. Tante itu meremas-remas payudaranya sendiri dengan liar. Dipilin-pilinnya puting miliknya dengan penuh nafsu. Mulutnya pun tak henti-hentinya mengeluarkan erangan dan desahan penuh kenikmatan. Ia benar-benar diperbudak dan dipermainkan kenikmatan. Hingga suatu saat, ia merasa pinggul dan selangkangannya bergetar hebat lagi sedang memeknya berdenyut-denyut lebih tak karuan dibanding orgasmenya tadi, ia langsung menjambak rambut Freddy dan menekan kepala Freddy semakin merapat dengan selangkangan dan memeknya. Freddy yang juga menyadari hal itu semakin buas dalam menjilati liang memek dan menghisap-hisap labium mayora Tante itu.
Ia sadar bahwa Rennee akan mendapatkan orgasmenya lagi. Rennee sendiri merasa sangat keheranan saat ia merasakan sensasi itu lagi. Pikirnya mustahil ia mendapatkan orgasme yang hebat lagi, terlebih setelah orgasme trakhirnya yang langsung meloloskan seluruh persendiannya. Tetapi ia pun sangat menikmatinya. Digoyang-goyangkan pinggulnya mengimbangi irama permainan lidah dan mulut Freddy. Semakin didekapnya kepala dan wajah pemuda diantara selangkangannya, sampai tiba saatnya ia tak dapat menahannya lagi, dan.. Crroottss.. Seerr..
“Ssstt.. Ssstt.. Aaahh.. Ggghhaahh..” teriak Rennee tak kuasa menahan suaranya yang memenuhi gudang itu.
Keduanya langsung terkejut karena ternyata dari dalam liang memek Rennee yang sedang dijilat dan dihisap oleh Freddy tersemburlah bermili liter lendir kenikmatan berwarna coklat kental yang menyembur keluar berbarengan dengan air kencing. Rupanya Tante itu mendapat multi orgasme yang hebat sampai-sampai ia tak dapat menahan kencingnya sendiri yang langsung menyembur wajah Freddy yang sedang berada tepat dihadapannya.

Comments

Popular Posts